Rangkaian kata yang biasa disebut puisi yang agak puitis dan sedikit galau
Selasa, 25 Maret 2014
Ai
Aku menunggumu berucap sepatah kata
Apapun itu akan kudengar
Namun diammu masih bertahan
Bahkan senyum pun tak terulas
Lagi, kau berbalik menghindariku
Semuanya kini tampak semu
Adakah diri ini dalam horisonmu?
Aku dan kamu
Jumat, 06 Desember 2013
Sisa yang Dibuang
Abis bersih-bersih hp (?) Menemukan memo yang agak puitis gitu haha. Tapi memonya ga ada tanggal kapan dibuatnya, yang pasti ini udah lama banget deh, mau 2 tahun kali wkwk. Sayang kalau dihapus tanpa seorangpun tau keberadaannya. Jadi dipost deh. Karena ga ingat kapan buatnya, jadi ini diurutin berdasarkan jalan ceritanya aja, hehe
Rabu, 13 Maret 2013
Masih
Hari ini, 13 Maret 2013
Bukan hari khusus sebenarnya
Namun jantung ini berdebar melebihi biasanya
Entah apa sebabnya
Senyumnya yang biasa banget itu
Caranya yang tak berani menatap langsung mataku
Kata-kata yang sering ga nyambung
Aku menginginkannya, lagi
Tidakkah rindu ini terbalas? Kurasa tidak
Sejak awal sudah kurasa dia tak setulus itu
Aku bukan satu-satunya di hatinya
Juga bukan prioritasnya
Aku mencoba, namun rasa itu tetap tinggal
Orang lain hadir dalam perasaan
Namun dia tak beranjak,
Hingga hati ini disesaki perasaan untuk dua
Genggaman orang lain tak sama dengannya
Aku menginginkannya, lagi.
Bukan hari khusus sebenarnya
Namun jantung ini berdebar melebihi biasanya
Entah apa sebabnya
Senyumnya yang biasa banget itu
Caranya yang tak berani menatap langsung mataku
Kata-kata yang sering ga nyambung
Aku menginginkannya, lagi
Tidakkah rindu ini terbalas? Kurasa tidak
Sejak awal sudah kurasa dia tak setulus itu
Aku bukan satu-satunya di hatinya
Juga bukan prioritasnya
Aku mencoba, namun rasa itu tetap tinggal
Orang lain hadir dalam perasaan
Namun dia tak beranjak,
Hingga hati ini disesaki perasaan untuk dua
Genggaman orang lain tak sama dengannya
Aku menginginkannya, lagi.
Sabtu, 15 Desember 2012
Layakkah?
Padahal keinginanku mudah saja
Aku hanya ingin menjadi pasangan yang biasa saja
Dengan kisah manis sederhana
Di antara kita berdua
Pulang berdua
Belajar bersama
Bertukar cerita
Apakah terlalu muluk?
Aku telah menerimamu
Jauh sebelum kau seperti sekarang
Ketika kamu masih biasa saja
Dan mungkin tak masuk pilihan
Kini kau tak bisa beriku waktu
Jadi kupinta perhatianmu
Namun kau sebut itu terlalu manja
Apa aku egois dengan memintanya?
Mungkin kita telah saling egois
Kamu melupakan, aku dilupakan
Aku menuntut, kamu dituntut
Tapi tak saling meminta maaf
Masih layak kah semua ini dilanjutkan?
Aku hanya ingin menjadi pasangan yang biasa saja
Dengan kisah manis sederhana
Di antara kita berdua
Pulang berdua
Belajar bersama
Bertukar cerita
Apakah terlalu muluk?
Aku telah menerimamu
Jauh sebelum kau seperti sekarang
Ketika kamu masih biasa saja
Dan mungkin tak masuk pilihan
Kini kau tak bisa beriku waktu
Jadi kupinta perhatianmu
Namun kau sebut itu terlalu manja
Apa aku egois dengan memintanya?
Mungkin kita telah saling egois
Kamu melupakan, aku dilupakan
Aku menuntut, kamu dituntut
Tapi tak saling meminta maaf
Masih layak kah semua ini dilanjutkan?
Jumat, 21 September 2012
Sekedar
Kurang perhatian? Iya sih..
Bagaimana bisa seharian penuh tidak menanyakan keadaanku, tetapi malah tanya tugas ketika libur itu
Bagaimana bisa lupa janji kecil yang dibuatnya, hingga membuatku badmood seharian di hari ketika ada 1 pengambilan nilai olahraga dan 2 ulangan
Bahkan pengaruhnya pun kamu mungkin tak peduli.
Lalu aku bisa apa?
Kulepas, rasanya tak mudah. Ada perasaan yang tak mungkin kuingkari eksistensinya.
Orang bilang sayang saja tak cukup.
Apa semenyebalkan ini mencoba bertahan?
Ini cerita curhat sekedar. Masih ada lagi yang kusimpan sendiri.
Bagaimana bisa seharian penuh tidak menanyakan keadaanku, tetapi malah tanya tugas ketika libur itu
Bagaimana bisa lupa janji kecil yang dibuatnya, hingga membuatku badmood seharian di hari ketika ada 1 pengambilan nilai olahraga dan 2 ulangan
Bahkan pengaruhnya pun kamu mungkin tak peduli.
Lalu aku bisa apa?
Kulepas, rasanya tak mudah. Ada perasaan yang tak mungkin kuingkari eksistensinya.
Orang bilang sayang saja tak cukup.
Apa semenyebalkan ini mencoba bertahan?
Ini cerita curhat sekedar. Masih ada lagi yang kusimpan sendiri.
Selasa, 05 Juni 2012
Maaf, Mengertilah
Begitu mudah dulu kukatakan sayang padanya
Semua kata-kata manis kucurahkan
Sekedar untuk meyakinkannya
Membuatnya percaya bahwa rasaku nyata
Tak peduli apapun, aku tetap diacuhkan
Dia tahu aku cinta, tapi tak dijaga
Dipikirnya aku tak akan pergi
Bagaimana mungkin aku tak pergi bila tak dijaga?
Lalu kini kamu hadir mengisi
Maaf bila hanya kata sayang yang kuucapkan
Karena aku tak mau kau acuhkan
Aku tak mau merasa sakit yang sama
Sungguh, aku menyayangimu
Tapi denganmu, aku butuh kata di atas kata sayang
Karena rasanya lebih dari rasaku dulu padanya
Bisakah kau mengerti mengapa aku menahan diri?
Semua kata-kata manis kucurahkan
Sekedar untuk meyakinkannya
Membuatnya percaya bahwa rasaku nyata
Tak peduli apapun, aku tetap diacuhkan
Dia tahu aku cinta, tapi tak dijaga
Dipikirnya aku tak akan pergi
Bagaimana mungkin aku tak pergi bila tak dijaga?
Lalu kini kamu hadir mengisi
Maaf bila hanya kata sayang yang kuucapkan
Karena aku tak mau kau acuhkan
Aku tak mau merasa sakit yang sama
Sungguh, aku menyayangimu
Tapi denganmu, aku butuh kata di atas kata sayang
Karena rasanya lebih dari rasaku dulu padanya
Bisakah kau mengerti mengapa aku menahan diri?
Minggu, 20 Mei 2012
Sejak Kau
19312
Aku terbiasa mengetikkan huruf demi huruf luapan perasaan.
Kata demi kata yang kucurahkan untuknya.
Rangkaian kalimat yang mereka sebut puitis.
Rasa yang tertinggal.
Lalu entah sejak kapan kebiasaan itu menghilang.
Tak ada lagi kata sendu yang perlu kuungkapkan.
Jari-jariku kini terhenti, tak tahu huruf apa untuk kubagikan.
Sejak kau datang.
Sendu itu pergi, tergantikan oleh lengkung di bibir.
Yang bentuknya seperti grafik persamaan kuadrat saat a > 0, melengkung terbuka ke atas.
Jika ada yang bertanya siapa penyebabnya,
Bolehkah kusebut kau sebagai tersangka utama?
Mungkin bukan kau yang pertama.
Tapi biar aku bisikkan satu hal padamu.
Saat ini, hatiku yang rentan ini,
Adalah milikmu.
Aku terbiasa mengetikkan huruf demi huruf luapan perasaan.
Kata demi kata yang kucurahkan untuknya.
Rangkaian kalimat yang mereka sebut puitis.
Rasa yang tertinggal.
Lalu entah sejak kapan kebiasaan itu menghilang.
Tak ada lagi kata sendu yang perlu kuungkapkan.
Jari-jariku kini terhenti, tak tahu huruf apa untuk kubagikan.
Sejak kau datang.
Sendu itu pergi, tergantikan oleh lengkung di bibir.
Yang bentuknya seperti grafik persamaan kuadrat saat a > 0, melengkung terbuka ke atas.
Jika ada yang bertanya siapa penyebabnya,
Bolehkah kusebut kau sebagai tersangka utama?
Mungkin bukan kau yang pertama.
Tapi biar aku bisikkan satu hal padamu.
Saat ini, hatiku yang rentan ini,
Adalah milikmu.
Langganan:
Postingan (Atom)